Rabu, 23 Januari 2013

Serial Manajemen Keuangan Keluarga - 3

Melakukan pencatatan pada bulan pertama mengatur keuangan sangat bermanfaat untuk dapat menentukan persentase pos-pos pengeluaran, misalnya pada pos pengeluaran rutin dan penting, kita dapat menjumlahkan dan memisahkan pengeluaran wajib dan pengeluaran kebutuhan rumah tangga.

Pengeluaran wajib
  1. Tagihan Listrik, telepon, Air, tagihan keamanan dan tagihan kartu kredit bagi pengguna kartu kredit
  2. Uang Sekolah termasuk kebutuhan sekolah anak lain, seperti uang jajan, uang jemputan, uang les dan keperluan lain
  3. Membayar gaji ART (Asisten Rumah Tangga) bila yang memiliki ART
Pengeluaran Kebutuhan Rumah Tangga
  1. Belanja sehari-hari untuk keperluan makan, minum sehari-hari
  2. Belanja bulanan untuk kebutuhan pakai dan kebutuhan rumah seperti sabun, detergen dan lain-lain.
  3. Biaya sehari-hari untuk keperluan transport dan lain-lain.
Bila dari pencatatan diketahui bahwa :
  1. Total pos pengeluaran untuk masa depan sudah melebihi 30 persen maka kita dapat mulai ‘mengerem’ pengeluaran untuk pos ini dan menahan diri untuk membeli barang-barang yang tidak menjadi kebutuhan
  2. Total pos pengeluaran kebutuhan wajib sangat besar maka kita dapat dengan bijak mengatur pengeluaran kebutuhan rumah tangga sesuai penghasilan, yakni dengan mengatur menu makanan yang lebih bervariasi sesuai jatah belanja namun tetap bergizi.
Selain untuk pos pengeluaran kebutuhan wajib, kebutuhan rumah tangga dan pengeluaran untuk masa depan yang dibayar wajib, kita masih memiliki pos pengeluran Penting dan Tidak Rutin seperti untuk keperluan Refreshing keluarga, untuk servis kendaraan, keperluan bila ada anggota keluarga sakit, keperluan Hari Raya atau keperluan merayakan momen tertentu. Anggaran untuk pos pengeluaran ini sebaiknya langsung disisihkan misalnya dengan menyimpannya menjadi tabungan atau rekening berbeda dan besarnya disesuaikan dengan kebutuhan dan besarnya penghasilan.

1 komentar: