Mengatur berarti menata (menyusun), mengurus sesuatu menjadi teratur. Mengatur
keuangan keluarga dapat digambarkan seperti kita menata sebuah ruangan
di dalam rumah sedemikian rupa hingga terlihat rapi, terasa nyaman dan
penghuninya leluasa untuk bergerak.
Sebuah ruang tidur
berukuran 2×3 meter persegi mungkin hanya bisa ditempati satu tempat
tidur, satu meja dan satu lemari. Bila kita memaksa untuk menyimpan 2
buah lemari besar di sana, tentu ruangan tersebut akan menjadi sempit ,
tidak nyaman dan penghuni tidak akan leluasa bergerak. Selain itu bila
ada barang lain yang lebih penting untuk diletakkan disana maka tidak
ada lagi ruang kosong tersisa, akibatnya kita harus meminjam ruangan lain untuk meletakkannya.
Menata ruangan yang luas
mungkin dianggap lebih mudah dibanding ruang yang lebih sempit, namun
kenyataannya tidaklah demikian. Merasa memiliki ruangan yang luas
terkadang tanpa sadar kita menambah satu per satu barang yang sebenarnya
tidak penting ke dalam ruangan tersebut, akibat ruangan menjadi penuh
dan tidak teratur.
Ruangan dalam ilustrasi
diatas menggambarkan penghasilan yang diterima keluarga dan
barang-barang yang ditempatkan di dalam ruangan tersebut menggambarkan
pos-pos pengeluaran keuangan keluarga. Agar semua kebutuhan keluarga
dapat terpenuhi tanpa harus
meminjam atau berhutang, maka manajer keuangan keluarga harus dapat
menentukan atau menetapkan peringkat pos-pos pengeluaran sesuai
kepentingan dan membaginya sesuai kebutuhan.
Sebelum membahas pos-pos
pengeluaran keluarga, ada satu hal yang menurut saya penting namun
kadang terlupakan, yakni mengenai kewajiban kita mengembalikan beberapa
persen penghasilan yang kita terima kepada Sang Pemberi Rejeki yakni
Tuhan Yang Maha Segala-galanya, sebagai wujud rasa syukur dan ketaatan
kita kepadaNYA. Menyisihkan untuk mengembalikan KepadaNya sebaiknya menjadi hal pertama yang kita lakukan sebelum membagi penghasilan kita untuk pos-pos lain, karena bila ditunda niscaya uang tersebut akan terpakai untuk keperluan pribadi/keluarga.
Setelah disisihkan untuk
tujuan diatas, maka sisa penghasilan akan terbagi ke dalam beberapa
pos-pos pengeluaran yang secara garis besar terdiri dari :
Rutin dan Penting
Yang termasuk pos
pengeluaran penting dan rutin adalah pengeluaran yang mau tidak mau,
suka tidak suka harus kita keluarkan setiap bulan, seperti
- Tagihan Listrik, telepon, Air, tagihan keamanan dan tagihan kartu kredit bagi pengguna kartu kredit.
- Uang Sekolah termasuk kebutuhan sekolah anak lain, seperti uang jajan, uang jemputan, uang les dan keperluan lain
- Belanja sehari-hari untuk keperluan makan
- Belanja bulanan untuk kebutuhan pakai dan kebutuhan rumah seperti sabun, detergen dan lain-lain.
- Membayar gaji ART (Asisten Rumah Tangga) bila yang memiliki ART
- Biaya sehari-hari untuk keperluan transport dan lain-lain.
Penting dan Tidak Rutin
Yang
termasuk penting dan tidak rutin adalah biaya-biaya yang harus kita
keluarkan namun tidak rutin waktunya dan biasanya besarnya biaya untuk
keperluan tidak pasti namun dapat diperkirakan.
1. Keperluan untuk Refreshing keluarga
2. Keperluan untuk servis kendaraan
3. Keperluan bila ada anggota keluarga sakit
4. Keperluan Hari Raya atau keperluan merayakan momen tertentu.
Tidak Penting dan Tidak Rutin
Yang termasuk tidak
penting dan tidak rutin adalah pengeluaran yang dikeluarkan berdasarkan
keinginan bukan kebutuhan (bersifat konsumtif), seperti mengganti gadget
baru, kendaraan baru atau barang-barang konsumtif lainnya. Pengeluaran
tidak penting dan tidak rutin akan berubah menjadi penting dan rutin
bila cara pembayaran untuk memenuhi keperluaan tersebut menggunakan
kartu kredit atau cicilan.
Kepentingan Jangka Panjang
Kepentingan jangka panjang dapat disebut juga keperluan masa depan seperti
- Biaya melanjutkan sekolah anak hingga lulus sekolah sesuai kemampuan anak nantinya. Ada beberapa keluarga menyisihkannya dana untuk keperluan ini dengan mengikuti asuransi atau tabungan pendidikan. Bila
memilih dengan cara mengikuti asuransi maka pos pengeluaran untuk
kepentingan ini berubah menjadi penting dan rutin atau penting dan tidak
rutin, karena pembayaran premi biasanya harus dibayar secara rutin baik
bulanan, tahunan, semesteran atau kwartalan
- Biaya untuk renovasi rumah, membeli rumah atau mengganti/membeli
kendaraan baru. Berbeda dengan pos pengeluaran Tidak Penting dan Tidak
Rutin, dana yang dikeluarkan untuk keperluan ini memang sudah
direncanakan dan baru direaslisasikan setelah dana terkumpul, hingga
tidak mengganggu pos-pos pengeluaran yang lain.
Tidak semua orang suka
melakukan pencatatan secara detail, namun untuk dapat menentukan
besarnya ‘jatah’ untuk masing-masing pos pengeluaran dan menentukan
kebutuhan yang dikeluarkan tersebut tergolong pos pengeluaran yang mana
maka pencatatan tersebut menjadi hal wajib yang harus dilakukan di bulan
pertama mengatur keuangan.